Minggu, 05 April 2015

Psikoterapi Tugas 1



1.    1. ulasan pendekatan
      
        - Pendekatan psikoanalisa di dalam psikoterapi
  Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisa. Menurut Freud, esensi pribadi       seseorang bukan terletak pada apa yang ditampilkan secara sadar, melainkan apa yang tersembunyi dalam ketidaksadarannya. Atas landasan teori tersebut, pendekatan ini mengutamakan penggalian isi ketidaksadaran seseorang. Aspek-aspek yang menjadi perhatian adalah ego,id,superego. Pendekatan psikoanalisa bertujuan untuk mengungkap hal-hal yang tersembunyi atau tak sadar, yaitu pengalaman-pengalaman masa lalu yang traumatic atau yang menimbulkan fiksasi.

Psikoterapi yang berorientasi psikoanalisa umumnya berlangsung lama karena berusaha merekonstruksi kepribadian seseorang setelah dibongkar isi ketidaksadarannya.
           
 -Pendekatan psikologi belajar di dalam psikoterapi
 Dalam pendekatan belajar didasarkan atas teori-teori belajar, antara lain prinsip-prinsip kondisioning klasik, kondisioning operan, dan belajar social. Untuk pendekatan belajar dapat digunakan skema S-O-R-K-C ( stimulus,organism,respons,concequence,contingency). Terapi dengan pendekatan belajar dinamakan behavior therapy, memusatkan perhatian pada tingkah laku yang dapat di observasi dan tidak mencari determinan-determinan di dalam diri individu, melainkan mencari determinan-determinan luar dari suatu tingkah laku patologis.

 - Pendekatan psikologi humanistic di dalam psikoterapi
 Salah satu tokoh pendekatan humanistic adalah Carl Rogers yang terkenal dengan metode terapi bernama client centered/person centered psychoteraphy. Teori Rogers dinamakan juga teori fenomenologis atau teori self. Tokoh-tokoh humanistic bernggapan bahwa manusia adalah mahkluk yang tingkatannya tinggi, mempunyai kebebasan untuk menentukan apa yang diinginkan, mempunyai bakat yang baik yang seringkali ditekan pemunculannya oleh lingkungan.

- Pendekatan psikologi kognitif di dalam psikoterapi
Terapi kognitif adalah terapi yang menggunakan pendekatan terstruktur, aktif, direktif, dan berjangka waktu singkat, untuk menghadapi berbagai hambatan dalam kepribadian , misalnya ansietas atau depresi. Terapi ini didasarkan pada teori bahwa (efek keadaan emosi, perasaan) dan tindakan seseorang, sebagian besar ditentukan oleh bagaimana seseorang tersebut membentuk dunianya. Jadi bagaimana seseorang berpikir, menentukan bagaimana perasaan dan reaksinya. Pikiran seseorang memberikan gambaran tentang rangkaian kejadian di dalam kesadarannya. Dalam hal seperti ini, terapi kognitif dipergunakan untuk mengidentifikasi, memperbaiki gejala perilaku yang malasuai, dan fungsi kognisi yang terlambat, yang mendasari aspek kognitifnya yang ada.
2.   
      
      2.contoh kasus 

- Psikodinamik
Seorang wanita berumur 35 tahun ia trauma akan masa lalunya yaitu perceraian, wanita ini sempat menikah lalu bercerai karena traumanya itu menyebabkan wanita itu merasa sangat sedih ketika melihat pelaminan dan tidak pernah menghadiri pesta pernikahan dan ia juga merasa bahwa tidak ada yang bisa membuat dia bahagia.

- Behavioristik
 Wanita yang memiliki kecemasan terhadap binatang yaitu kucing setiap ia melihat kucing ia selalu gemetar dan panas dingin, itu disebabkan karena dahulu wanita itu pernah tidak sengaja melindas kucing kesayangannya dengan mobilnya.

- Humanistik
D adalah seorang mahasiswi, ia mengalami kesepian dan merasa bahwa ia tidak penting lagi untuk bertahan hidup. Ia merasakan itu setelah kepergian kedua orangtuanya, ia merasa seperti tidak punya siapa-siapa lagi padahal ada kakanya tapi karena kakanya yang sibuk dengan urusan pribadinya.

- Kognitif
Ada seorang ibu yang mengalami kecemasan pada seorang anaknya, ibu tersebut sangat melarang anaknya untuk berkegiatan diluar rumah karena cemas dengan keselamatan anaknya, ibu tersebut mengalami kecemasan sejak kehilangan anak pertamanya.
3.   
      3. Pandangan kasus

- Psikodinamik
Dari kasus diatas bisa dilakukan dengan pendekatan psikoanalisa karena klien mengalami trauma yang di akibatkan karena pengalaman pada masa lalunya yang tidak bisa dilupakan. Pada terapi ini, terapis bertugas untuk mengidentifikasi hal-hal yang terjadi pada masa lalu di bawah ketidaksadaran klien tersebut. Metode yang dilakukan dalam terapi bisa dengan menggunakan asosiasi bebas ataupun interpretasi mimpi.

- Behavioristik
Menurut saya kasus diatas bisa dilakukan dengan pendekatan behavioristik karena teknik desensitisasi sistematik cocok untuk kasus ini yaitu klien dilatih untuk santai dengan pengalaman yang membangkitkan kecemasan. Situasi dihadirkan dalam situasi yang tidak mengancam hingga yang sangat mengancam, stimulus penghasil kecemasan dipasangkan dengan stimulus penghasil keadaan santai itu dilakukan berulang-ulang hingga respons kecemasan itu hilang,

- Humanistik
Kasus diatas bisa dilakukan dengan pendekatan humanistik karena cocok dengan proses terapi dalam konsep Client Centered Therapy (CCT). Upaya terapis untuk memahami situasi yang melekat pada klien dengan cara atau pendekatan yang diinginkan oleh klien itu sendiri, jadi klien bisa dengan bebas menceritakan perasaan-perasaan yang klien rasakan. Dalam hal ini, terapis berfungsi untuk menghubungkan berbagai pengalaman klien, membangun pemahaman yang utuh, serta mendorong klien menemukan keselarasan dengan mengacu pada kenyamanan klien.

- Kognitif
Menurut saya, pada kasus ini yang sangat cocok adalah pendekatan kognitif karena dalam pendekatan ini pasien diajarkan untuk berpikir secara rasional dan meningkatkan perilaku yang lebih positif dan efisien.


Sumber :
 Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Markam,suparpti sumarmo. (2007). Psikologi Klinis. Jakarta: Universitas Indonesia

Selasa, 27 Januari 2015

psikologi manajemen tugas 3



1.     1. Disebuah perusahaan manufacturing terdapat dua gedung berikat dan non berikat, kawasan berikat itu kawasan yang diawasi oleh negara (bea cukai) dan non berikat yang tidak diawasi oleh negara. Pada suatu hari kawasan berikat mengirim barang ke non berikat tanpa menggunakan dokumen yang seharusnya menggunakan dokumen subcont. Kemudian pada saat pemeriksaan di beacukai didapati pengiriman barang tanpa dokumen dan kemudian perusahaan tersebut dikenakan denda sebesar 75jt. Dari kejadian itu perusahaan tersebut membuat standar kerja untuk proses subcont agar tidak terulang kembali

2.     2. Konflik fungsi kerja : konflik antara PPIC dengan exim department  yang sering terjadi adalah kurang pahamnya PPIC dengan standar kerja yang dibuat oleh exim department. Standar kerjanya adalah untuk pengiriman melalui udara seharusnya exim menerima dokumen dari PPIC H-1 tetapi PPIC mengirim dokumen pada hari H itu membuat sulit dalam pembuatan dokumen pengiriman.
- konflik structural : seorang supervisor memberikan nilai kurang baik kepada karyawan yang bekerja dengan baik tetapi supervisor itu memberikan nilai yang baik untuk karyawan yang kurang baik itu karena supervisor termasuk tipe yang subjektif dari kejadian meminta untuk mengadakan meeting khusus untuk memecahkan hal ini dan disitu lah peran manajer untuk memecahkan masalah tersebut.

3. disuatu perusahaan terdapat diskriminasi great pada karyawan, contohnya karyawan yang telah mengabdi selama 15thn dia memiliki great rendah dari karwayan yang baru masuk.

Minggu, 09 November 2014

psikologi manajemen tugas 2

I.                   Teori Motivasi

-          Teori Motivasi Berprestasi
Teori ini dikembangkan oleh David McClelland. Ada orang yang memiliki dorongan yang kuat untuk berhasil. Mereka lebih mengejar prestasi pribadi daripada imbalan terhadap keberhasilan. Mereka bergairah untuk melakukan sesuatu lebih baik dan lebih efisien dibandingkan hasil sebelumnya. McClelland menemukan bahwa mereka dengan dorongan prestasi yang tinggi berbeda dari orang lain dalam keinginan kuat mereka untuk melakukan hal-hal dengan lebih baik. Mereka mencari kesempatan-kesempatan dimana mereka memiliki tanggung jawab pribadi dalam menemukan jawaban-jawaban terhadap masalah.
-          Teori Pengukuhan
Teori pengukuhan berhubungan dengan teori belajar dari Skinner. Teori ini mempunyai dua aturan pokok aturan yang berhubungan dengan pemerolehan jawaban-jawaban yang benar dan aturan pokok lainnya berhubungan dengan jawaban-jawaban yang salah. Pemerolehan dari satu perilaku menuntut adanya satu pengukuhan sebelumnya. Pengukuhan dapat terjadi positif ( pemberian ganjaran untuk satu jawaban yang diinginkan ) atau negative ( mengilangkan satu rangsang aversif jika jawaban yang diinginkan telah diberikan ), tetapi organism harus membuat kaitannya antara aksi atau tindakannya dengan akibat-akibatnya.
-          Teori Penetapan Tujuan
Teori ini secara relatif lempang dan sederhana. Aturan dasarnya ialah penetapan dari tujuan-tujuan secara sadar. Menurut Locke tujuan yang sulit, khusus, dan yang pernyataannya jelas dan dapat diterima oleh tenaga kerja akan menghasilkan unjuk kerja yang lebih tinggi daripada tujuan yang tidak khusus dan yang mudah dicapai.

II.                Teori Kepemimimpinan

-          Otokratik
Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :
-          kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka
-          pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
-          Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
-          Demokratik
Pemimpin yang menghargai karakteristik dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggota organisasi. Pemimpin yang demokratis menggunakan kekuatan jabatan dan kekuatan pribadi untuk menggali dan mengolah gagasan bawahan dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan.
-          Permisif
Pemimpin dengan gaya kepemimpinan permisif akan selalu berkeinginan untuk membuat setiap orang yang berada dalam kelompok puas. Gaya ini menganggap bahwa bila orang-orang merasa puas dengan diri mereka sendiri dan orang lain, maka dengan demikian organisasi akan berfungsi. Pemimpin yang permisif menginginkan agar setiap orang merasa senang dalam organisasi.

Sabtu, 11 Oktober 2014

TUGAS SOFTSKILL PSIKOLOGI MANAJEMEN

I. unsur kognitif(kemampuan berfikir), unsur sikap kerja(kemampuan menanggapi tuntutan pekerjaan), unsur kepribadian(kemampuan mengelola diri pribadi)
 - unsur kognitif yaitu daya tangkap kognitif untuk memahami tugas (baik melalui informasi kalimat,simbol maupun angka) daya berfikir yang konseptual (membangun konsep berfikir yang menyuluruhdan sistematis) dan juga dara analisa berfikir (menciptakan hasil pemikiran yang tepat untuk selesaikan masalah)
 - unsur sikap kerja yaitu ketahanan terhadap tekanan (daya tahan stress) cara kerja yang cepat untuk selesaikan pekerjaan, kemauan untuk mencapai prestasi kerja memuaskan, ketelitian dalam melakukan pekerjaan.
 - unsur kepribadian yaitu daya penyesuaian diri (adaptasi) kemampuan menjalin interaksi dan hubungan yang baik, kemauan untuk bekerja sama dan juga bisa berupa kemampuan untuk memimpin
II. perilaku yang bisa mengarahkan proses kognitifnya untuk menangkap arahan dan instruksi kerja, membuat konsep berfikir yang logis dan juga kognitif yang bisa dilibatkan untuk menyelesaikan masalah pekerjaan.
III. disini saya mengamati sebuah perusahaan maufaktur yang bergerak dibidang elektronik (panasonic).
PPIC (production planning inventory control) tugasnya menerima order dari customer melalui sales marketing dan memastikan order itu di olah menjadi planning perhari atau harian yang kemudian diolah oleh bagian purchasing untuk mengatur pembelian material dan pengiriman material. kemudian planning harian itu diberikan ke bagian produksi untuk memenuhi planning harian, setelah memenuhi planning harian kemudian dikirim ke customer.

Nama : dinda ayudya
NPM : 12512181
Kelas : 3PA11

Senin, 09 Juni 2014

Kesehatan mental tugas Ke-3

1. Hubungan Interpersonal
a.                a.   Model-model hubungan interpersonal
1.      Model pertukaran sosial (social exchange model )
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang.Pada model ini, orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatuyang memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley dalam Jalaluddin Rakhmat (2011)menyimpulkan model ini sebagai asumsi dasar bahwa setiap individu secara sukarelamemasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukupmemuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya.
2.    Model peranan (role model )
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memainkan peranannya sesuai dengan “naskah” yang telah dibuat oleh masyarakat. Terdapat empat konsep pokok yang harus diperhatikan dalam model ini untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik.
3.      Model permainan
Model ini berasal dari psikiater Erie Berne (19964, 1972). Analisisnya kemudian dikenal sebagai analisis transaksional. Dalam model ini, orang-orang berhubungan dalam bermacam-macam permainan. Mendasari permainan ini adalah tiga bagian kepribadian manusia:
a.Orang tua (parent), adalah aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang kita terima dari orang tua kita atau orang yang kita anggap orangtua kita. 
b.Orang dewasa (adult), adalah bagian kepribadian yang mengolah informasisecara rasional.
c.Anak (child), adalah unsur kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak dan mengandung potensi intuisi, spontanitas,kreativitas, dan kesenangan.
           4. Model interaksional (interactional model)
               Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistemmemiliki sifat                      struktural, integratif, dan medan. Semua sistem, terdiri atas subsistem-subsistem yang saling                            bergantung dan bertindak bersama sabagai satu kesatuan. Setiaphubungan interpersonal harus                      dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi,ekspektasi dan pelaksanaan peranan, serta                            permainan yang dilakukan.
       b.   Memulai hubungan
            Adapun tahap – tahap untuk menjalin hubungan interpersonal, yaitu:
           - Pembentukan
            Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal – hal             menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha              kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing – masing pihak berusaha             menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain, bila mereka merasa ada kesamaan,                   mulailah       dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data             demografis,usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.
          - Peneguhan Hubungan
               Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan                          memperteguh hubungan interpersonal, diperlukan tindakan – tindakan tertentu untuk                                      mengembalikan keseimbangan. Ada empat faktor penting dalam memelihara                                                  keseimbangan ini.        c. Hubungan peran
           1.  model peran
              secara implisit bermain peran mendukung situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan                               menitikberatkan isi pelajaran pada situasi “disini pada saat ini” . model ini percaya bahwa                               sekolompok peserta dimungkinkan untuk menciptakan analogy mengenai situasi kehidupan nyata.                 Terhadap analogy yang diwujudkan dalam bermain peran, para peserta dapat menampilkan                           respons emosional sambil belajar dari respons orang lain.
          2. konflik
              Pertentangan yang timbul di dalam sesesorang maupun dengan orang lain yang ada di sekitarnya.                   Konflik dapat berupa perselisihan adanya ketegangan atau munculnya kesulitan di antara dua pihak.
        d. Intimasi dan Hubungan Pribadi
            Intimasi dapat dilakukan terhadap  teman atau kekasih. Intimasi mengandung pengertian sebagai                   elemen afeksi yang mendorong individu untuk selalu melakukan kedekatan emosional dengan orang               yang di cintainya, dibandingkan dengan orang yang tidak di cintainya. Mengapa seseorang merasa                 intim dengan orang yang di cintai? Hal ini karena masing-masing individu merasa saling membutuhkan             dan melengkapi antara satu sama lain dalam segala hal . masing-masing merasa tidak dapat hidup                   sendiri tanpa bantuan dan kehadiran pasangan hidupnya.
        e. Intimasi dan Pertumbuhan
           Apapun alasan untuek berpacaran, untuk bertumbuh dalam keintiman yang terutama adalah cinta.                  keintiman tidak akan bbertumbuh jika tidak ada cinta. Keintiman berarti proses menyatakan siapa                  kita sesungguhnya kepada orang lain.  Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman                berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan kehidupan kita            secara utuh kepada pasangan kita.

2. Cinta dan Perkawinan
    a. Memilih Pasangan

    Memilih pasangan hidup merupakan sesuatu hal yang sangat penting hukumnya atau (wajib), Karna               dalam hidup apa lagi sih yang kita cari kalo bukan jodoh kita. Salah satunya pasangan hidup                         merupakan tujuan utama dalam hidup ini, karna menurut agama kenapa Allah menciptakan                             perempuan dan Laki-laki. agar mereka bisa hidup berpasang-pasangan.
    b.Hubungan dalam perkawinan
    Simak dulu pendapat Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga marriage and                  relationship educator and coach, dia mengatakan bahwa ada lima tahap perkembangan dalam                    kehidupan perkawinan. Hubungan dalam pernikahan bisa berkembang dalam tahapan yang bisa                   diduga sebelumnya. Namun perubahan dari satu tahap ke tahap berikut memang tidak terjadi secara             mencolok dan tak memiliki patokan batas waktu yang pasti.  Bisa jadi antara pasangan suami-istri,                 yang satu dengan yang lain, memiliki waktu berbeda saat menghadapi dan melalui tahapannya. Namun           anda dan pasangan dapat saling merasakannya.
  Tahap pertama : Romantic Love. Saat ini adalah saat Anda dan pasangan merasakan gelora cinta              yang menggebu-gebu. Ini terjadi di saat bulan madu pernikahan. Anda dan pasangan pada tahap ini              selalu melakukan kegiatan bersama-sama dalam situasi romantis dan penuh cinta.
 Tahap kedua : Dissapointment or Distress. Masih menurut Dawn, di tahap ini pasangan suami istri            kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangan, berusaha menang atau lebih     benar dari pasangannya. Terkadang salah satu dari pasangan yang mengalami hal ini berusaha untuk               mengalihkan perasaan stres yang memuncak dengan menjalin hubungan dengan orang lain, mencurahkan       perhatian ke pekerjaan, anak atau hal lain sepanjang sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing.      Menurut Dawn tahapan ini bisa membawa pasangan suami-istri ke situasi yang tak tertahankan lagi                terhadap hubungan dengan pasangannya.  Banyak pasangan di tahap ini memilih berpisah dengan                  pasangannya.
 Tahap ketiga : Knowledge and Awareness. Dawn mengungkapkan bahwa pasangan suami istri yang         sampai pada tahap ini akan lebih memahami bagaimana posisi dan diri pasangannya. Pasangan ini juga           sibuk  menggali informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahan itu terjadi. Menurut Dawn juga,          pasangan yang sampai di tahap ini biasanya senang untuk meminta kiat-kiat kebahagiaan rumah tangga        kepada pasangan lain yang lebih tua atau mengikuti seminar-seminar dan konsultasi perkawinan.
Tahap keempat : Transformation. Suami istri di tahap ini akan mencoba tingkah laku  yang berkenan di hati pasangannya. Anda akan membuktikan untuk menjadi pasangan yang tepat bagi pasangan Anda. Dalam tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara Anda dan pasangan dalam mensikapi perbedaan yang terjadi. Saat itu, Anda dan pasangan akan saling menunjukkan penghargaan, empati dan ketulusan untuk mengembangkan kehidupan perkawinan yang nyaman dan tentram.
Tahap kelima :  Real Love. “Anda berdua akan kembali dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan,” ujar Dawn.  Psikoterapis ini menjelaskan pula bahwa waktu yang dimiliki oleh pasangan suami istri seolah digunakan untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. Suami dan istri semakin menghayati cinta kasih pasangannya sebagai realitas yang menetap. “Real love sangatlah mungkin untuk Anda dan pasangan jika Anda berdua memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Real love tidak bisa terjadi dengan sendirinya tanpa adanya usaha Anda berdua,”
a.        c. Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan
Perkawinan tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus dapat                             mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak.
Banyak yang bilang pertengkaran adalah bumbu dalam sebuah hubungan. Bahkan bisa menguatkan ikatan cinta. Hanya, tak semua pasangan mampu mengelola dengan baik sehingga kemarahan akan terakumulasi dan berpotensi merusak hubungan.
a.    d.  Perceraian dan Pernikahan Kembali
Pernikahan bukanlah akhir kisah indah bak dongeng cinderella, namun dalam perjalanannya, pernikahan justru banyak menemui masalah. Menikah Kembali setelah perceraian mungkin menjadi keputusan yang membingungkan untuk diambil. Karena orang akan mencoba untuk menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam perkawinan sebelumnya dan mereka tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah yang dialami. Mereka biasanya kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin pernikahan yang berhasil karena kegagalan lama menghantui mereka dan membuat mereka ragu-ragu untuk mengambil keputusan.
a.   e.  Alternatif selain Pernikahan
Paradigma terhadap lajang cenderung memojokkan. pertanyaannya kapan menikah?? Ganteng-ganteng kok ga menikah? Apakah Melajang Sebuah Pilihan??
Ada banyak alasan untuk tetap melajang. Perkembangan jaman, perubahan gaya hidup, kesibukan pekerjaan yang menyita waktu, belum bertemu dengan pujaan hati yang cocok, biaya hidup yang tinggi, perceraian yang kian marak, dan berbagai alasan lainnya membuat seorang memilih untuk tetap hidup melajang. Batasan usia untuk menikah kini semakin bergeser, apalagi tingkat pendidikan dan kesibukan meniti karir juga ikut berperan dalam memperpanjang batasan usia seorang untuk menikah. Keputusan untuk melajang bukan lagi terpaksa, tetapi merupakan sebuah pilihan. Itulah sebabnya, banyak pria dan perempuan yang memilih untuk tetap hidup melajang. Tidak dapat dipungkuri, sebenarnya lajang juga mempunyai keinginan untuk menikah, memiliki pasangan untuk berbagi dalam suka dan duka. Apalagi melihat teman yang seumuran yang telah memiliki sepasang anak yang lucu dan menggemaskan. Bisa jadi, mereka belum menemukan pasangan atau jodoh yang cocok di hati. Itulah alasan mereka untuk tetap menjalani hidup sebagai lajang. Melajang adalah sebuah sebuah pilihan dan bukan terpaksa, selama pelajang menikmati hidupnya. Pelajang akan mengakhiri masa lajangnya dengan senang hati jika telah menemukan seorang yang telah cocok di hati. Kehidupan melajang bukanlah sebuah hal yang perlu ditakuti. Bukan pula sebuah pemberontakan terhadap sebuah ikatan pernikahan. Hanya, mereka belum ketemu jodoh yang cocok untuk berbagi dalam suka dan duka serta menghabiskan waktu bersama di hari tua. Arus modernisasi dan gender membuat para perempuan Indonesia dapat menempati posisi yang setara bahkan melebihi pria. Bahkan sekarang banyak perempuan yang mempunyai penghasilan lebih besar dari pria. Ditambah dengan konsep pilihan melajang, terutama kota-kota besar, mendorong perempuan Indonesia untuk hidup sendiri. 

              http://firasworldandlife.blogspot.com/2013/06/hubungan-interpersonal.html
              http://panduelnino.blogspot.com/2013/05/hubungan-interpersonalcinta-dan.html