Senin, 09 Juni 2014

Kesehatan mental tugas Ke-3

1. Hubungan Interpersonal
a.                a.   Model-model hubungan interpersonal
1.      Model pertukaran sosial (social exchange model )
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang.Pada model ini, orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatuyang memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley dalam Jalaluddin Rakhmat (2011)menyimpulkan model ini sebagai asumsi dasar bahwa setiap individu secara sukarelamemasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukupmemuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya.
2.    Model peranan (role model )
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memainkan peranannya sesuai dengan “naskah” yang telah dibuat oleh masyarakat. Terdapat empat konsep pokok yang harus diperhatikan dalam model ini untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik.
3.      Model permainan
Model ini berasal dari psikiater Erie Berne (19964, 1972). Analisisnya kemudian dikenal sebagai analisis transaksional. Dalam model ini, orang-orang berhubungan dalam bermacam-macam permainan. Mendasari permainan ini adalah tiga bagian kepribadian manusia:
a.Orang tua (parent), adalah aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang kita terima dari orang tua kita atau orang yang kita anggap orangtua kita. 
b.Orang dewasa (adult), adalah bagian kepribadian yang mengolah informasisecara rasional.
c.Anak (child), adalah unsur kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak dan mengandung potensi intuisi, spontanitas,kreativitas, dan kesenangan.
           4. Model interaksional (interactional model)
               Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistemmemiliki sifat                      struktural, integratif, dan medan. Semua sistem, terdiri atas subsistem-subsistem yang saling                            bergantung dan bertindak bersama sabagai satu kesatuan. Setiaphubungan interpersonal harus                      dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi,ekspektasi dan pelaksanaan peranan, serta                            permainan yang dilakukan.
       b.   Memulai hubungan
            Adapun tahap – tahap untuk menjalin hubungan interpersonal, yaitu:
           - Pembentukan
            Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal – hal             menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha              kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing – masing pihak berusaha             menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain, bila mereka merasa ada kesamaan,                   mulailah       dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data             demografis,usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.
          - Peneguhan Hubungan
               Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan                          memperteguh hubungan interpersonal, diperlukan tindakan – tindakan tertentu untuk                                      mengembalikan keseimbangan. Ada empat faktor penting dalam memelihara                                                  keseimbangan ini.        c. Hubungan peran
           1.  model peran
              secara implisit bermain peran mendukung situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan                               menitikberatkan isi pelajaran pada situasi “disini pada saat ini” . model ini percaya bahwa                               sekolompok peserta dimungkinkan untuk menciptakan analogy mengenai situasi kehidupan nyata.                 Terhadap analogy yang diwujudkan dalam bermain peran, para peserta dapat menampilkan                           respons emosional sambil belajar dari respons orang lain.
          2. konflik
              Pertentangan yang timbul di dalam sesesorang maupun dengan orang lain yang ada di sekitarnya.                   Konflik dapat berupa perselisihan adanya ketegangan atau munculnya kesulitan di antara dua pihak.
        d. Intimasi dan Hubungan Pribadi
            Intimasi dapat dilakukan terhadap  teman atau kekasih. Intimasi mengandung pengertian sebagai                   elemen afeksi yang mendorong individu untuk selalu melakukan kedekatan emosional dengan orang               yang di cintainya, dibandingkan dengan orang yang tidak di cintainya. Mengapa seseorang merasa                 intim dengan orang yang di cintai? Hal ini karena masing-masing individu merasa saling membutuhkan             dan melengkapi antara satu sama lain dalam segala hal . masing-masing merasa tidak dapat hidup                   sendiri tanpa bantuan dan kehadiran pasangan hidupnya.
        e. Intimasi dan Pertumbuhan
           Apapun alasan untuek berpacaran, untuk bertumbuh dalam keintiman yang terutama adalah cinta.                  keintiman tidak akan bbertumbuh jika tidak ada cinta. Keintiman berarti proses menyatakan siapa                  kita sesungguhnya kepada orang lain.  Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman                berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan kehidupan kita            secara utuh kepada pasangan kita.

2. Cinta dan Perkawinan
    a. Memilih Pasangan

    Memilih pasangan hidup merupakan sesuatu hal yang sangat penting hukumnya atau (wajib), Karna               dalam hidup apa lagi sih yang kita cari kalo bukan jodoh kita. Salah satunya pasangan hidup                         merupakan tujuan utama dalam hidup ini, karna menurut agama kenapa Allah menciptakan                             perempuan dan Laki-laki. agar mereka bisa hidup berpasang-pasangan.
    b.Hubungan dalam perkawinan
    Simak dulu pendapat Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga marriage and                  relationship educator and coach, dia mengatakan bahwa ada lima tahap perkembangan dalam                    kehidupan perkawinan. Hubungan dalam pernikahan bisa berkembang dalam tahapan yang bisa                   diduga sebelumnya. Namun perubahan dari satu tahap ke tahap berikut memang tidak terjadi secara             mencolok dan tak memiliki patokan batas waktu yang pasti.  Bisa jadi antara pasangan suami-istri,                 yang satu dengan yang lain, memiliki waktu berbeda saat menghadapi dan melalui tahapannya. Namun           anda dan pasangan dapat saling merasakannya.
  Tahap pertama : Romantic Love. Saat ini adalah saat Anda dan pasangan merasakan gelora cinta              yang menggebu-gebu. Ini terjadi di saat bulan madu pernikahan. Anda dan pasangan pada tahap ini              selalu melakukan kegiatan bersama-sama dalam situasi romantis dan penuh cinta.
 Tahap kedua : Dissapointment or Distress. Masih menurut Dawn, di tahap ini pasangan suami istri            kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangan, berusaha menang atau lebih     benar dari pasangannya. Terkadang salah satu dari pasangan yang mengalami hal ini berusaha untuk               mengalihkan perasaan stres yang memuncak dengan menjalin hubungan dengan orang lain, mencurahkan       perhatian ke pekerjaan, anak atau hal lain sepanjang sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing.      Menurut Dawn tahapan ini bisa membawa pasangan suami-istri ke situasi yang tak tertahankan lagi                terhadap hubungan dengan pasangannya.  Banyak pasangan di tahap ini memilih berpisah dengan                  pasangannya.
 Tahap ketiga Knowledge and Awareness. Dawn mengungkapkan bahwa pasangan suami istri yang         sampai pada tahap ini akan lebih memahami bagaimana posisi dan diri pasangannya. Pasangan ini juga           sibuk  menggali informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahan itu terjadi. Menurut Dawn juga,          pasangan yang sampai di tahap ini biasanya senang untuk meminta kiat-kiat kebahagiaan rumah tangga        kepada pasangan lain yang lebih tua atau mengikuti seminar-seminar dan konsultasi perkawinan.
Tahap keempat Transformation. Suami istri di tahap ini akan mencoba tingkah laku  yang berkenan di hati pasangannya. Anda akan membuktikan untuk menjadi pasangan yang tepat bagi pasangan Anda. Dalam tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara Anda dan pasangan dalam mensikapi perbedaan yang terjadi. Saat itu, Anda dan pasangan akan saling menunjukkan penghargaan, empati dan ketulusan untuk mengembangkan kehidupan perkawinan yang nyaman dan tentram.
Tahap kelima :  Real Love. “Anda berdua akan kembali dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan,” ujar Dawn.  Psikoterapis ini menjelaskan pula bahwa waktu yang dimiliki oleh pasangan suami istri seolah digunakan untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. Suami dan istri semakin menghayati cinta kasih pasangannya sebagai realitas yang menetap. “Real love sangatlah mungkin untuk Anda dan pasangan jika Anda berdua memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Real love tidak bisa terjadi dengan sendirinya tanpa adanya usaha Anda berdua,”
a.        c. Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan
Perkawinan tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus dapat                             mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak.
Banyak yang bilang pertengkaran adalah bumbu dalam sebuah hubungan. Bahkan bisa menguatkan ikatan cinta. Hanya, tak semua pasangan mampu mengelola dengan baik sehingga kemarahan akan terakumulasi dan berpotensi merusak hubungan.
a.    d.  Perceraian dan Pernikahan Kembali
Pernikahan bukanlah akhir kisah indah bak dongeng cinderella, namun dalam perjalanannya, pernikahan justru banyak menemui masalah. Menikah Kembali setelah perceraian mungkin menjadi keputusan yang membingungkan untuk diambil. Karena orang akan mencoba untuk menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam perkawinan sebelumnya dan mereka tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah yang dialami. Mereka biasanya kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin pernikahan yang berhasil karena kegagalan lama menghantui mereka dan membuat mereka ragu-ragu untuk mengambil keputusan.
a.   e.  Alternatif selain Pernikahan
Paradigma terhadap lajang cenderung memojokkan. pertanyaannya kapan menikah?? Ganteng-ganteng kok ga menikah? Apakah Melajang Sebuah Pilihan??
Ada banyak alasan untuk tetap melajang. Perkembangan jaman, perubahan gaya hidup, kesibukan pekerjaan yang menyita waktu, belum bertemu dengan pujaan hati yang cocok, biaya hidup yang tinggi, perceraian yang kian marak, dan berbagai alasan lainnya membuat seorang memilih untuk tetap hidup melajang. Batasan usia untuk menikah kini semakin bergeser, apalagi tingkat pendidikan dan kesibukan meniti karir juga ikut berperan dalam memperpanjang batasan usia seorang untuk menikah. Keputusan untuk melajang bukan lagi terpaksa, tetapi merupakan sebuah pilihan. Itulah sebabnya, banyak pria dan perempuan yang memilih untuk tetap hidup melajang. Tidak dapat dipungkuri, sebenarnya lajang juga mempunyai keinginan untuk menikah, memiliki pasangan untuk berbagi dalam suka dan duka. Apalagi melihat teman yang seumuran yang telah memiliki sepasang anak yang lucu dan menggemaskan. Bisa jadi, mereka belum menemukan pasangan atau jodoh yang cocok di hati. Itulah alasan mereka untuk tetap menjalani hidup sebagai lajang. Melajang adalah sebuah sebuah pilihan dan bukan terpaksa, selama pelajang menikmati hidupnya. Pelajang akan mengakhiri masa lajangnya dengan senang hati jika telah menemukan seorang yang telah cocok di hati. Kehidupan melajang bukanlah sebuah hal yang perlu ditakuti. Bukan pula sebuah pemberontakan terhadap sebuah ikatan pernikahan. Hanya, mereka belum ketemu jodoh yang cocok untuk berbagi dalam suka dan duka serta menghabiskan waktu bersama di hari tua. Arus modernisasi dan gender membuat para perempuan Indonesia dapat menempati posisi yang setara bahkan melebihi pria. Bahkan sekarang banyak perempuan yang mempunyai penghasilan lebih besar dari pria. Ditambah dengan konsep pilihan melajang, terutama kota-kota besar, mendorong perempuan Indonesia untuk hidup sendiri. 

              http://firasworldandlife.blogspot.com/2013/06/hubungan-interpersonal.html
              http://panduelnino.blogspot.com/2013/05/hubungan-interpersonalcinta-dan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar