Selasa, 02 Juli 2013

Pembentukan Karakter


Pada dasarnya setiap orang memiliki karakter tersendiri, proses pembentukan karakter pada setiap orang memiliki jangka waktu yang panjang dan tidak bisa terjadi secara instan.
pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.

Dalam klarifikasi lain, karakter akan dapat terbagi empat. Karakter lemah, karakter kuat, karakter jelek, dan karakter baik. Masing-masingnya dapat dilihat dari indicator karakter sebagai berikut: (a)  karakter lemah, dapat ditemukan seperti penakut, tidak berani mengambil resiko, pemalas, cepat kalah, dan beberapa jenis lainnya. (b) karakter kuat dapat ditemukan seperti tangguh, ulet, mempunyaidaya juang yang kuat serta pantang mengalah/menyerah. (c) karakter jelek misalnya licik, egois, serakah, sombong, tinggi hati, snoobish, pamer, atau suka ambil muka, dan sebagainya. (d) karakter baik, misalnya jujur, terpercaya, rendah hati, amanah, dan sebagainya.
Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya

Pembentukan Karakter



Pada dasarnya setiap orang memiliki karakter tersendiri, proses pembentukan karakter pada setiap orang memiliki jangka waktu yang panjang dan tidak bisa terjadi secara instan.

pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.


Dalam klarifikasi lain, karakter akan dapat terbagi empat. Karakter lemah, karakter kuat, karakter jelek, dan karakter baik. Masing-masingnya dapat dilihat dari indicator karakter sebagai berikut: (a)  karakter lemah, dapat ditemukan seperti penakut, tidak berani mengambil resiko, pemalas, cepat kalah, dan beberapa jenis lainnya. (b) karakter kuat dapat ditemukan seperti tangguh, ulet, mempunyaidaya juang yang kuat serta pantang mengalah/menyerah. (c) karakter jelek misalnya licik, egois, serakah, sombong, tinggi hati, snoobish, pamer, atau suka ambil muka, dan sebagainya. (d) karakter baik, misalnya jujur, terpercaya, rendah hati, amanah, dan sebagainya.

Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya