Minggu, 05 April 2015

Psikoterapi Tugas 1



1.    1. ulasan pendekatan
      
        - Pendekatan psikoanalisa di dalam psikoterapi
  Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisa. Menurut Freud, esensi pribadi       seseorang bukan terletak pada apa yang ditampilkan secara sadar, melainkan apa yang tersembunyi dalam ketidaksadarannya. Atas landasan teori tersebut, pendekatan ini mengutamakan penggalian isi ketidaksadaran seseorang. Aspek-aspek yang menjadi perhatian adalah ego,id,superego. Pendekatan psikoanalisa bertujuan untuk mengungkap hal-hal yang tersembunyi atau tak sadar, yaitu pengalaman-pengalaman masa lalu yang traumatic atau yang menimbulkan fiksasi.

Psikoterapi yang berorientasi psikoanalisa umumnya berlangsung lama karena berusaha merekonstruksi kepribadian seseorang setelah dibongkar isi ketidaksadarannya.
           
 -Pendekatan psikologi belajar di dalam psikoterapi
 Dalam pendekatan belajar didasarkan atas teori-teori belajar, antara lain prinsip-prinsip kondisioning klasik, kondisioning operan, dan belajar social. Untuk pendekatan belajar dapat digunakan skema S-O-R-K-C ( stimulus,organism,respons,concequence,contingency). Terapi dengan pendekatan belajar dinamakan behavior therapy, memusatkan perhatian pada tingkah laku yang dapat di observasi dan tidak mencari determinan-determinan di dalam diri individu, melainkan mencari determinan-determinan luar dari suatu tingkah laku patologis.

 - Pendekatan psikologi humanistic di dalam psikoterapi
 Salah satu tokoh pendekatan humanistic adalah Carl Rogers yang terkenal dengan metode terapi bernama client centered/person centered psychoteraphy. Teori Rogers dinamakan juga teori fenomenologis atau teori self. Tokoh-tokoh humanistic bernggapan bahwa manusia adalah mahkluk yang tingkatannya tinggi, mempunyai kebebasan untuk menentukan apa yang diinginkan, mempunyai bakat yang baik yang seringkali ditekan pemunculannya oleh lingkungan.

- Pendekatan psikologi kognitif di dalam psikoterapi
Terapi kognitif adalah terapi yang menggunakan pendekatan terstruktur, aktif, direktif, dan berjangka waktu singkat, untuk menghadapi berbagai hambatan dalam kepribadian , misalnya ansietas atau depresi. Terapi ini didasarkan pada teori bahwa (efek keadaan emosi, perasaan) dan tindakan seseorang, sebagian besar ditentukan oleh bagaimana seseorang tersebut membentuk dunianya. Jadi bagaimana seseorang berpikir, menentukan bagaimana perasaan dan reaksinya. Pikiran seseorang memberikan gambaran tentang rangkaian kejadian di dalam kesadarannya. Dalam hal seperti ini, terapi kognitif dipergunakan untuk mengidentifikasi, memperbaiki gejala perilaku yang malasuai, dan fungsi kognisi yang terlambat, yang mendasari aspek kognitifnya yang ada.
2.   
      
      2.contoh kasus 

- Psikodinamik
Seorang wanita berumur 35 tahun ia trauma akan masa lalunya yaitu perceraian, wanita ini sempat menikah lalu bercerai karena traumanya itu menyebabkan wanita itu merasa sangat sedih ketika melihat pelaminan dan tidak pernah menghadiri pesta pernikahan dan ia juga merasa bahwa tidak ada yang bisa membuat dia bahagia.

- Behavioristik
 Wanita yang memiliki kecemasan terhadap binatang yaitu kucing setiap ia melihat kucing ia selalu gemetar dan panas dingin, itu disebabkan karena dahulu wanita itu pernah tidak sengaja melindas kucing kesayangannya dengan mobilnya.

- Humanistik
D adalah seorang mahasiswi, ia mengalami kesepian dan merasa bahwa ia tidak penting lagi untuk bertahan hidup. Ia merasakan itu setelah kepergian kedua orangtuanya, ia merasa seperti tidak punya siapa-siapa lagi padahal ada kakanya tapi karena kakanya yang sibuk dengan urusan pribadinya.

- Kognitif
Ada seorang ibu yang mengalami kecemasan pada seorang anaknya, ibu tersebut sangat melarang anaknya untuk berkegiatan diluar rumah karena cemas dengan keselamatan anaknya, ibu tersebut mengalami kecemasan sejak kehilangan anak pertamanya.
3.   
      3. Pandangan kasus

- Psikodinamik
Dari kasus diatas bisa dilakukan dengan pendekatan psikoanalisa karena klien mengalami trauma yang di akibatkan karena pengalaman pada masa lalunya yang tidak bisa dilupakan. Pada terapi ini, terapis bertugas untuk mengidentifikasi hal-hal yang terjadi pada masa lalu di bawah ketidaksadaran klien tersebut. Metode yang dilakukan dalam terapi bisa dengan menggunakan asosiasi bebas ataupun interpretasi mimpi.

- Behavioristik
Menurut saya kasus diatas bisa dilakukan dengan pendekatan behavioristik karena teknik desensitisasi sistematik cocok untuk kasus ini yaitu klien dilatih untuk santai dengan pengalaman yang membangkitkan kecemasan. Situasi dihadirkan dalam situasi yang tidak mengancam hingga yang sangat mengancam, stimulus penghasil kecemasan dipasangkan dengan stimulus penghasil keadaan santai itu dilakukan berulang-ulang hingga respons kecemasan itu hilang,

- Humanistik
Kasus diatas bisa dilakukan dengan pendekatan humanistik karena cocok dengan proses terapi dalam konsep Client Centered Therapy (CCT). Upaya terapis untuk memahami situasi yang melekat pada klien dengan cara atau pendekatan yang diinginkan oleh klien itu sendiri, jadi klien bisa dengan bebas menceritakan perasaan-perasaan yang klien rasakan. Dalam hal ini, terapis berfungsi untuk menghubungkan berbagai pengalaman klien, membangun pemahaman yang utuh, serta mendorong klien menemukan keselarasan dengan mengacu pada kenyamanan klien.

- Kognitif
Menurut saya, pada kasus ini yang sangat cocok adalah pendekatan kognitif karena dalam pendekatan ini pasien diajarkan untuk berpikir secara rasional dan meningkatkan perilaku yang lebih positif dan efisien.


Sumber :
 Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Markam,suparpti sumarmo. (2007). Psikologi Klinis. Jakarta: Universitas Indonesia